<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kacong Luthfi</title>
	<atom:link href="http://luthfi82.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://luthfi82.wordpress.com</link>
	<description>kalo orang lain bisa kenapa saya tidak bisa?</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Dec 2007 02:30:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='luthfi82.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kacong Luthfi</title>
		<link>http://luthfi82.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://luthfi82.wordpress.com/osd.xml" title="Kacong Luthfi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://luthfi82.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Nasib Pustakawan</title>
		<link>http://luthfi82.wordpress.com/2007/12/08/nasib-pustakawan/</link>
		<comments>http://luthfi82.wordpress.com/2007/12/08/nasib-pustakawan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 04:13:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[perpustakaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfi82.wordpress.com/2007/12/08/nasib-pustakawan/</guid>
		<description><![CDATA[dunia perpustakaan sekarang mendapatkan angin segar. baru-baru ini telah ditetapkan UU No. 43 2007. fenomena ini hadir karena kegelisahan dan kegamanngan dari para pustakawan atau mahasiswa perpustakaan untuk melakukan pembaharuan dalam bidang perpustakaan terutama nasib pustakawan itu sendiri. yang menjadi pertanyaan kemudian apakah datangnya UU terbut telah sejahterah nasib pustakawan di indonesia? dan apakah UU [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfi82.wordpress.com&amp;blog=2107309&amp;post=12&amp;subd=luthfi82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dunia perpustakaan sekarang mendapatkan angin segar. baru-baru ini telah ditetapkan UU No. 43 2007. fenomena ini hadir karena kegelisahan dan kegamanngan dari para pustakawan atau mahasiswa perpustakaan untuk melakukan pembaharuan dalam bidang perpustakaan terutama nasib pustakawan itu sendiri.<span id="more-12"></span></p>
<p>yang menjadi pertanyaan kemudian apakah datangnya UU terbut telah sejahterah nasib pustakawan di indonesia? dan apakah UU tersebut sudah diterapkan? jawabannya mari kita tunggu bersama-sama.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/luthfi82.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/luthfi82.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfi82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfi82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfi82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfi82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfi82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfi82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfi82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfi82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfi82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfi82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfi82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfi82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfi82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfi82.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfi82.wordpress.com&amp;blog=2107309&amp;post=12&amp;subd=luthfi82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfi82.wordpress.com/2007/12/08/nasib-pustakawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11cd72406f5dbd494f22a97fc2afb035?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi82</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mahalnya Sebuah Kebenaran</title>
		<link>http://luthfi82.wordpress.com/2007/11/29/mahalnya-sebuah-kebenaran/</link>
		<comments>http://luthfi82.wordpress.com/2007/11/29/mahalnya-sebuah-kebenaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 15:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfi82.wordpress.com/2007/11/29/mahalnya-sebuah-kebenaran/</guid>
		<description><![CDATA[Mahalnya Sebuah Kebenaran &#160; Judul               : Baudolino Pengarang        : Umberto Eco Penerjemah      : Nin Bakti Soemanto Penerbit            : Bentang Yogyakarta Cetakan I         : Juni 2006 Tebal                : vi + 752 Halaman Peresensi          : Ahmad Luthfie* &#160; Manusia yang sejati adalah seorang yang adil, dan seorang yang adil adalah seorang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfi82.wordpress.com&amp;blog=2107309&amp;post=6&amp;subd=luthfi82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center" style="text-align:center;" class="MsoNormal"><strong>Mahalnya Sebuah Kebenaran</strong></p>
<p align="center" style="text-align:center;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p align="left" style="text-align:left;" class="MsoTitle"><span style="font-weight:normal;">Judul<span>    </span><span>           </span>: Baudolino</span></p>
<p align="left" style="text-align:left;" class="MsoTitle"><span style="font-weight:normal;">Pengarang<span>        </span>: Umberto Eco</span></p>
<p align="left" style="text-align:left;" class="MsoTitle"><span style="font-weight:normal;">Penerjemah <span>     </span>: Nin Bakti Soemanto</span></p>
<p align="left" style="text-align:left;" class="MsoTitle"><span style="font-weight:normal;">Penerbit <span>           </span>: Bentang Yogyakarta</span></p>
<p align="left" style="text-align:left;" class="MsoTitle"><span style="font-weight:normal;">Cetakan I<span>  </span><span>       </span>: Juni 2006</span></p>
<p align="left" style="text-align:left;" class="MsoTitle"><span style="font-weight:normal;">Tebal<span>    </span><span>            </span>: vi + 752 Halaman</span></p>
<p class="MsoNormal">Peresensi<span>          </span>: <strong>Ahmad Luthfie*</strong></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="text-indent:45pt;text-align:justify;" class="MsoNormal">Manusia yang sejati adalah seorang yang adil, dan seorang yang adil adalah seorang yang bebas, bebas dari keinginan yang tercela, hawa nafsu dan tahayu-tahayul. Dia berkata benar, percaya pada kesetaraan dan persaudaraan, kebebasan, dan integritas manusia. Karena seorang yang menyimpang dari kebenaran seperti seorang budak bisu yang tunduk kepada majikannya.</p>
<p style="text-indent:45pt;text-align:justify;" class="MsoNormal">Kebenaran bisa ditegakkan dimuka bumi, jikalau orang-orang yang mendiami planet ini mempunyai sifat jujur. Kebenaran dan kejujuran merupakan sebuah pasangan yang tidak bisa dipisahkan. Maka dari itu, kejujuran merupakan kata kunci melihat manusia dalam menegakkan kebenaran. Karena kebanyakan manusia sering kali mengatasnamakan kebenaran demi menarik simpati masyarakat, lebih-lebih para penguasa, padahal pada hakekatnya mereka itu melakukan hanya demi melanggengkan kekuasaannya belaka.<span id="more-6"></span></p>
<p style="text-indent:45pt;text-align:justify;" class="MsoNormal">Sama halnya di sebuah Negara kebenaran akan tumbuh subur, apabila seorang pemimpinnya mempunyai sifat jujur. Karena dalam diri Negara ada sebuah kekuasaan, dan kekuasaan itu sarat dengan intrik, menghalalkan segala cara demi memperoleh kekuasaan, romantika, dan petualangan seorang ummat manusia di dunia fana ini. Jikalau itu semua tidak dibarengi dengan sifat kejujuran yang tertanam pada diri seorang pemimpin, maka perlu diragukan kebenarannya bahkan dapat dibilang tidak benar sama sekali.</p>
<p style="text-indent:45pt;text-align:justify;" class="MsoNormal">Begitulah sekelumit isi buku <em>Baudolino</em> karya Umberto Eco ini, yang membawa kita untuk menjelajahi sebuah kebenaran dan kejujuran baik bagi rakyat biasa terutama seorang pemimpin harus menjujung tinggi sebuah kebenaran yang hakiki, karena kita tahu bahwa pemimpin yang dicintai rakyatnya adalah seorang pemimpin yang selalu menegakkan kebenaran. Artinya membuang sifat Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) serta membela kepentingan rakyat akar rumput menjadi prioritas dalam tampuk kepemimpinannya.<!--more--></p>
<p style="text-indent:45pt;text-align:justify;" class="MsoNormal">Kalau berbicara Negara Indonesia, yang menjadi pertannyaan sudahkah kebenaran itu dilakukan bagi para pejabat Negara? Jawabannya semu bahkan tidak dilakukan sama sekali. Kalau kita merujuk buku ini, kebenaran di Indonesia hanya milik mereka yang berduit, akibatnya hukum bisa dibeli dengan uang dan krisis identitas belum terselesaikan. Maraknya pencurian dan perampokan menjelang Hari Raya sudah salah atu bukti dari ketimpangan sosial yang disebabkan kemiskinan dan pengangguran tak kunjung selesai. Padahal Negara Indonesia terkenal dengan sebutan Negara agraris kaya sumber daya alamnya. Kenapa ini bisa terjadi?.</p>
<p style="text-indent:45pt;text-align:justify;" class="MsoNormal">Untuk menyelesaikan fenomena diatas, kejujuran dari setiap individu dan para pejabat sangat penting. Kalau sifat jujur belum tercipta di dalam hati para pejabat negara, jangan salahkan jikalau semua kebijakan mereka ambil hanya menguntungkan dirinya dan kelompok tertentu dalam mengembang tanggung jawab yang mereka pikul. Biasnya kemudian manipulasi data sering dilakukan oleh para pejabat Negara kepada atasannya. Pameo Asal Bapak Senang (ABS) masih tumbuh bersemi bagaikan lumut di musim semi. Sifat kritis dan menentang atasan yang sewenang-wenang itu tidak terjadi.</p>
<p style="text-indent:45pt;text-align:justify;" class="MsoNormal">Sifat berani yang dilakukan oleh Baudolino ini perlu ditiru oleh kalangan pemegang keputusan demi terealisasinya kebenaran dan kejujuran tetap subur didalam hati orang-orang Indonesia. Baudolino tidak bisa menguasai dirinya sendiri. Ia mundur, menangis, menuduh kaisar kejam sambil menuding kearah Kaisar. Bahwa kaisar tidak bisa menyatakan dirinya sebagai sumber keadilan jika ia pada saat itu bertindak tidak adil. (hal. 144)</p>
<p style="text-indent:45pt;text-align:justify;" class="MsoNormal">Keberanian untuk mengambil resiko dan berani mengakui kesalahannya yang telah diperbuat adalah salah satu <em>keyword</em> dari kebenaran dan kejujuran. Sosok Baudolino yang digambarkan oleh Umberto Eco ini adalah sesosok bawahan yang sering mengkritik habis-habisan manakalah sang Kaisar berbuat kesalahan, dia berani mengambil resiko walaupun nyawa taruhannya. Anehnya lagi dia mengakui segala kesalahan apabila perbuatannya salah menurut konstitusi kerajaan dan adat istiadadat yang berlaku di masa Romawi. Sifat yang seperti ini tidak pernah terjadi di Indonesia, khususnya orang-orang yang melakukan korupsi, pelanggaran HAM, dan pencurian uang Negara yaitu minta maaf<span>  </span>atas segala kesalahannya (menyerahkan diri kepada pihak berwenang).</p>
<p style="text-indent:45pt;text-align:justify;" class="MsoNormal">Suatu ketika Baudolino melakukan kesalahan. Keesokan harinya langsung menghadap sang Kaisar untuk minta maaf atas kata-kata kasarnya yang ia ucapkan. Sang Kaisar yang bijak berkata sambil menepuk pundaknya “saya lebih suka kamu, dibandingkan seratus penjilat yang mengelilingiku ”. (hal.150). kita tahu bahwa para koruptor kelas kakap di Indonesia lari dari jeratan hukum, mereka ketakutan tidak betah di tanah kelahirnya, demi meloloskan diri dari hokum, lari keluar negeri. Inilah sosok pengenyut orang Indonesia lari dari perbuatannya sendiri. <span> </span></p>
<p style="text-indent:45pt;text-align:justify;" class="MsoNormal">Dalam suatu sejarah besar ummat manusia, kebenaran bisa dilakukan dari yang kecil terlebih dahulu, karena kebenaran kecil bisa diubah sedemikian rupa sehingga muncul kebenaran yang besar.</p>
<p style="text-indent:45pt;text-align:justify;" class="MsoNormal">Kebenaran dan kejujuran tidak bisa dibeli dengan uang, akan tetapi kebenaran dan kejujuran bisa dilakukan apabila ummat manusia dengan sadar dan berniat beribadah dalam setiap pekerjaannya. Maka dari itu, kebenaran dan kejujuran jangan dijadikan sebuah wacana belaka melainkan sebuah tindakan dalam sehari-hari. Baik itu rakyat kecil maupun para penegak hukum, agar kehidupan bernuansa dengan cinta kasih dan kebenaran tidak mahal harganya. Semoga !!.[].</p>
<p style="text-indent:45pt;text-align:justify;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/luthfi82.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/luthfi82.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfi82.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfi82.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfi82.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfi82.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfi82.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfi82.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfi82.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfi82.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfi82.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfi82.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfi82.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfi82.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfi82.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfi82.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfi82.wordpress.com&amp;blog=2107309&amp;post=6&amp;subd=luthfi82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfi82.wordpress.com/2007/11/29/mahalnya-sebuah-kebenaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11cd72406f5dbd494f22a97fc2afb035?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi82</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tabir Gelap Perselingkuhan Amerika</title>
		<link>http://luthfi82.wordpress.com/2007/11/29/tabir-gelap-perselingkuhan-amerika/</link>
		<comments>http://luthfi82.wordpress.com/2007/11/29/tabir-gelap-perselingkuhan-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 15:06:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfi82.wordpress.com/2007/11/29/tabir-gelap-perselingkuhan-amerika/</guid>
		<description><![CDATA[Tabir Gelap Perselingkuhan Amerika   Judul               : Devil’s Game, Orchestra Iblis Penulis              : Robert Dreyfuss Penerjemah      : Asyhabudin dan Team SR-Ins Publishing Penerbit            : SR-Ins Publishing, Yogyakarta Cetakan           : Pertama, Maret 2007 Tebal                : lviii + 486 Halaman Peresensi          : Ahmad Luthfi *   Dalam penulisan sejarah perang dingin dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfi82.wordpress.com&amp;blog=2107309&amp;post=5&amp;subd=luthfi82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;">Tabir Gelap Perselingkuhan Amerika</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:left;" align="left"><span style="font-weight:normal;">Judul<span>    </span> <span>           </span>: <em>Devil’s Game, Orchestra Iblis</em></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:left;" align="left"><span style="font-weight:normal;">Penulis<span>  </span><span>            </span>: Robert Dreyfuss</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:left;" align="left"><span style="font-weight:normal;">Penerjemah<span>      </span>: Asyhabudin dan Team SR-Ins Publishing</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:left;" align="left"><span style="font-weight:normal;">Penerbit <span>           </span>: SR-Ins Publishing, Yogyakarta</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:left;" align="left"><span style="font-weight:normal;">Cetakan<span>   </span><span>        </span>: Pertama, Maret 2007</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:left;" align="left"><span style="font-weight:normal;">Tebal<span>    </span><span>            </span>: lviii + 486 Halaman</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:left;" align="left"><span style="font-weight:normal;">Peresensi<span>          </span>: </span>Ahmad Luthfi *</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dalam penulisan sejarah perang dingin dan tatanan dunia baru, terdapat satu episode penting yang tidak terekam, yaitu cerita tentang Amerika Serikat yang mendanai dan mendorong aktivitas fundamentalisme Islam (ektrem kanan) yang dilakukan secara terbuka dan vulgar maupun secara <em>secret operation. </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Selama perang dingin berlangsung dalam rentang waktu sejak 1945 hingga 1991, musuh yang dihadapi Amerika Serikat bukan hanya Uni Soviet, tetapi juga para pemimpin dunia Arab yang tidak menyetujui secara total kebijakan Amerika Serikat atau segala hal yang menentang hegemoni Barat, khususnya hegemoni Amerika Serikat.<span id="more-5"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Para pemimpin yang berideologi nasionalisme, humanisme, sekularisme dan sosialisme sangat dicurigai dan ditakuti oleh kekuatan fundamentalisme muslim yang baru lahir. Tak pelak di seluruh wilayah itu, sayap kanan Islam melancarkan perang melawan para penganjur ideologi Barat di Timur Tengah. Pergolakan ini dijadikan kesempatan empuk oleh Amerika Serikat dengan desain politiknya untuk berpihak pada gerakan Islam kanan. Dari sinilah, perselingkuhan antara Amerika Serikat dengan Fundamentalisme Islam terjadi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Perselingkuhan Amerika Serikat berpihak pada gerakan Islam kanan tidak lain untuk mengegolkan agenda besarnya menghancurkan Uni Soviet di sepanjang perbatasan sisi selatan. Kenyataan ini telah memunculkan ide bahwa Islam sendiri mampu memperkuat strategi bergaya “<em>Maginot Line</em>” dan secara berangsur-angsur ide sabuk hijau di sepanjang “lingkar Islam” juga terbentuk. Ide tersebut tidaklah sekedar <em>defensive</em> belaka, karena Amerika Serikat membayangkan bahwa para muslim yang gelisah di negara-negara Asia Tengah dan Uni Soviet bisa menjadi penghancur Uni Soviet itu sendiri. Asumsi inilah yang akhirnya memotifasi Amerika Serikat untuk bergerak mendorong ke arah <em>religious extremist</em>. Begitulah kira-kira isi buku ini yang berjudul <em>Devil’s Game, Orchestra Iblis</em> yang dikarang oleh Robert Dreyfuss.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Perselingkuhan Amerika Serikat ini tentu dilancarkan untuk mendukung mega proyek menghancurkan Uni Soviet di Timur Tengah. Seorang William Casey sebagai nomor satu di CIA merayu kongres Amerika untuk menjadi provider senjata bagi para mujahidin dengan senjata anti pesawat terbang buatan mereka untuk merontokkan pesawat tempur Uni Soviet. Casey juga melobi kongres untuk menyediakan advisor dan instruktur cerdas untuk memberikan “perkuliahan strategi perang” kepada para gerilyawan. Casey juga melarang bagi gerilyawan tidak ada senjata dengan warna dan bau Amerika, apalagi ada tentara Amerika yang terjun secara langsung dalam kancah pertempuran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dendam kesumat Amerika terhadap Uni Soviet disebabkan karena pernah membuat Amerika Serika kerepotan di Vietnam. Dengan itulah Amerika Serikat me-<em>launching</em> gerilyawan di kawasan Tajikistan dan Uzbekistan yang merupakan dua daerah yang dihuni oleh para muslim lentur dan lemah yang hidup di bawah Soviet. Dipilihnya tempat ini dengan alasan mata rantai pasukan Soviet yang berada di Afghanistan dalam menerima suplai peralatan perangnya. Tugas penyerangan ini dbebankan pada tokoh yang merupakan pavorit dan leader para mujahidin yaitu Gulbudin Hikmatiyar. Dalam misi ini penyerangan ke pemukiman Tajikistan sangat berhasil. Sehingga Casey sangat kegirangan dan langkah selanjutnya dia mengadakan kunjungan rahasia ke Pakistan dan menyusuri perbatasan Afghanistan bersama dengan Presiden Zia yang mempunyai proyek Islamisasi negara untuk meninjau dan melihat para mujahidin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Untuk mendukung misinya, Amerika lalu merekrut para muslim militan dan radikal dari semua kawasan untuk bergabung dengan para mujahidin Afghanistan. Sehingga antara tahun 1982 sampai dengan 1992 telah terekrut sekitar 35.000 muslim militan dan radikal dari 43 negara muslim baik dari timur tengah, Afrika Utara dan Timur, Asia Tengah dan Asia Timur jauh termasuk Indonesia setelah mereka melewati pembai’atan untuk terlibat di kancah peperangan bersama para mujahidin Afghanistan. Sepuluh orang dari seribu mujahid di didik secara khusus di ratusan madrasah yang dibangun oleh militer Zia di sepanjang perbatasan Afghanistan. Hingga pada akhirnya lebih dari 100.000 muslim militan dan radikal yang mempunyai semangat jihad yang tinggi melawan “Atheisme State” di mata para mujahidin dan “Communisme Peril” di mata Amerika (hal. xxiii).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pada waktu itu, tidak satupun dari pemain Seperti CIA, M16, dan ISI memperhitungkan dampak dari sebuah mega proyek ini. Mereka tidak perna melakukan kalkulasi matematis dan sosial bahwa sebenarnya para sukarelawan yang datang ke Afghanistan yang kemudian dikenal dengan sebutan Arab-Afghans, mempunyai <em>hidden agenda</em> yang sangat mungkin kebencian mereka terhadap Soviet akan diaplikasikan pada pemerintahan negeri mereka dan termasuk juga kepada Amerika Serikat sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Amerika Serikat baru sadar dan terjaga dari tidurnya setelah konsekuensi dan konsesi dari pelatihan para muslim militan radikalis di laboratorium terbuka Pakistan dan Afghanistan telah merontokkan gedung WTC 11 September 1993 dan membunuh enam orang serta melukai lebih dari seribu orang yang dikenal dengan tragedi WTC I, mungkin relefan pepatah “senjata makan tuan” di sandang oleh negara Amerika dari kejadian tersebut. Kondisi ini kian diperparah dengan adanya tragedi serupa pada tanggal 11 September 2001 yang kemudian dikenal dengan sebutan WTC II.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dari kejadian di atas kemudian presiden Amerika Serikat George Bush mengumandangkan perang terhadap terorisme. Infasi tentara Amerika Serikat ke Iraq, Osamah Bin Laden, dan Afghanistan merupakan rangkaian kekecewaan terhadap fundamentalisme Islam yang pada awalnya didanai dan dilatih oleh Amerika Serikat. Perselingkuhan Amerika Serikat dengan Islam fundamentalis akhirnya berakhir antiklimaks.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dengan demikian, meskipun buku ini tidak secara eksplisit membeberkan adanya perselingkuhan Amerika Serikat dengan Islam fundamentalis di Indonesia, kehadiran buku ini ke hadapan kita semua tetaplah penting. Buku ini ditulis oleh Dreyfuss bukan untuk dilupakan, tetapi untuk menyingkap tabir gelap perselingkuhan politik dan ekonomi Amerika Serikat dengan Islam fundamentalis yang sudah berlangsung selama 60 tahun. []</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/luthfi82.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/luthfi82.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfi82.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfi82.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfi82.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfi82.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfi82.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfi82.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfi82.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfi82.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfi82.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfi82.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfi82.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfi82.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfi82.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfi82.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfi82.wordpress.com&amp;blog=2107309&amp;post=5&amp;subd=luthfi82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfi82.wordpress.com/2007/11/29/tabir-gelap-perselingkuhan-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11cd72406f5dbd494f22a97fc2afb035?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi82</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Impor Beras, Untuk Siapa?</title>
		<link>http://luthfi82.wordpress.com/2007/11/12/impor-beras-untuk-siapa/</link>
		<comments>http://luthfi82.wordpress.com/2007/11/12/impor-beras-untuk-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 15:13:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opiniku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfi82.wordpress.com/2007/11/12/impor-beras-untuk-siapa/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ahmad Luthfi &#160; Siapa bilang pemerintah Indonesia saat ini membela kepentingan rakyat kecil. Terbukti dari segala kebijakan politik yang dilakukan saat ini, hampir semua kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah merugikan rakyat kecil. Mulai dari kebijakan untuk menaikkan harga BBM tahun lalu yang harganya tidak masuk akal bagi kalangan rakyat miskin, sampai kepada mengimpor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfi82.wordpress.com&amp;blog=2107309&amp;post=4&amp;subd=luthfi82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong>Oleh : Ahmad Luthfi</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Siapa bilang pemerintah Indonesia saat ini membela kepentingan rakyat kecil. Terbukti dari segala kebijakan politik yang dilakukan saat ini, hampir semua kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah merugikan rakyat kecil. Mulai dari kebijakan untuk menaikkan harga BBM tahun lalu yang harganya tidak masuk akal bagi kalangan rakyat miskin, sampai kepada mengimpor beras yang dilakukan oleh pemerintah. Dampak kenaikan harga BBM tahun lalu saja masih di rasakan oleh rakyat miskin, apalagi sekarang pemerintah telah mengimpor beras. Dengan seribu alasan dan pertimbangan, pemerintah untuk mengimpor beras dari luar negeri.<span id="more-4"></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Negara Indonesia yang dikenal dengan sebutan Negara agraris kenapa masih kekurangan beras?. Sebutan Negara agraris mungkin gampang untuk diucapkan, akan tetapi, terasa sulit direalisasikan. Terbukti dari kebijakan pemerintah yang telah mengimpor beras mengimplikasikan ada udang dibalik batu. Walaupun dengan alasan melaksanakan operasi pasar. Kebijakan mengimpor beras oleh pemerintah kita sudah mejadi jalan satu-satunya untuk menjawab kekurangan beras dan mahalnya beras yang melanda di negara Indonesia .</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Dari beberapa operasi pasar yang telah dilakukan bulog seperti pepatah mengatakan “menggarami air laut”, percuma saja dilakukan karena beras tetap mahal harganya. Kalau kita lihat sekarang harga beras dipasaran tidak ada harga beras yang menjual harga Rp. 4000/kg. beras IR rendah saja di Yogyakarta sudah mencapai  Rp. 6500/kg. jadi percuma saja dilaksanakan jikalau operasi pasar harga beras dipasaran tetap mahal ditambah lagi kebanyakan pembeli dari kalangan pegawai negeri.</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Sangat ironis memang jikalau Negara yang terkenal dengan lumbung beras ini masih mengimpor beras dari luar negeri. Kejadian ini mau tidak mau harus  intruspeksi pada diri kita terutama kepada pengambil kebijakan untuk dijadikan sebuah pijakan awal demi mengentaskan kekurangan beras di tanah air. Dengan mengembalikan pada azaz pancasila yang menintruksikan kepada warga masyarakat Indonesia untuk saling gotong royong dan peduli antar sesama warga Indonesia .</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify">  Untuk melihat persoalan ini bisa kita lakukan pada dua level, yaitu level ekonomi normatif dan level ekonomi politik. Pada level normatif ekonomi, apa yang di sampaikan pemerintah akan terasa sangat masuk akal. Namun kalau kita lihat dalam perspektif politik ekonomi, banyak masalah yang diidap oleh alasan pemerintah itu.</p>
<p style="text-indent:0.59in;margin-bottom:0;" align="justify">Berbicara tentang ekonomi politik artinya kita bicara tentang ideologi dan komitmen pemerintah. Seakan-akan pemerintahan kita tunduk kepada kebutuhan pasar, tanpa mempertimbangkan nasib para petani. Seakan-akan alasan pemerintah untuk melindungi rakyat hanya sebagi kedok belaka.</p>
<p style="text-indent:0.59in;margin-bottom:0;" align="justify">Fenomena lemahnya <em>vested interest</em> pengambilan kebijakan yang berpihak kepada petani ini sebenarnya bukan fenomena baru. Fenomena ini dapat kita lihat dalam beberapa karakteristik kebijakan publik di bidang ekonomi Indonesia sejak era Orde Baru sampai era reformasi.</p>
<p style="text-indent:0.59in;margin-bottom:0;" align="justify"> Karakter pertama, bias Kota . Kebijakan ekonomi pemerintah umumnya akan lebih menguntungkan masyarakat kota . Dari perspektif ekonomi politik, hal ini terjadi karena sebagian besar masyarakat yang punya posisi tawar politik ada di kota . Mereka-mereka ini akan sangat vokal dan resisten terhadap imbas kebijakan publik yang merugikan mereka secara langsung dibanding dengan para petani yang indentik dengan pedesaan.</p>
<p style="text-indent:0.59in;margin-bottom:0;" align="justify">Pembelaan pemerintah terhadap konsumen beras seringkali membahayakan produsen beras (petani). Konsumen beras yang sudah jelas lebih banyak tersebar di daerah urban selalu menjadi prioritas pemerintah, dan ini sudah menjadi pola pembangunan di dunia ketiga, sekaligus pola pemiskinan. Seperti dijelaskan oleh Michel Lipton (<em>Why Poor People Stay Poor</em>, 1977) ada bias urban dalam berbagai model pembangunan, yaitu pola kebijakan yang mempertentangkan antara desa dengan kota . Kota selalu menjadi sentral dalam pembangunan dan desa selalu terpinggir, sehingga tidak aneh kalau desa yang rata-rata sebagai lahan pertanian selalu tergencet dalam kebijakan ekonomi pemerintah.</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Tidak mengherankan kalau kemudian pemerintah lebih suka menekan harga beras domestik agar inflasi bisa dikendalikan dengan risiko merugikan petani. Sebab <em>net benefit</em> secara sosial dari kebijakan yang menyebabkan inflasi, terkendali lebih tinggi dibanding <em>net benefit</em> yang diterima pemerintah dari kebijakan yang menyebabkan harga beras tetap menguntungkan petani. Karakter kedua, bias industri. Orientasi kebijakan ekonomi kita masih bias industri <em>mainstream</em>.</p>
<p style="text-indent:0.59in;margin-bottom:0;" align="justify"><font color="#000000">Dengan mempertahankan harga beras murah untuk menekan inflasi, maka akan lebih melonggarkan kalangan industriawan dalam melakukan penyesuaian upah buruh industri. Kalau kita melihat dalam perspektif makro ekonomi politik, penurunan pangsa sektor pertanian yang telah terjadi dalam tiga dasa warsa terakhir yang diiringi dengan peningkatan pangsa sektor industri dan jasa bisa diartikan bahwa biaya politik &#8221;mengabaikan&#8221; sektor pertanian relatif lebih murah dibandingkan mengabaikan sektor non-pertanian.</font></p>
<p style="text-indent:0.59in;margin-bottom:0;" align="justify"><font color="#000000">Karakter ketiga, bias pemilik modal dan pengusaha besar. Hal ini tidak mengherankan, karena para pengusaha dan pemilik modal relatif punya jaringan sosial-politik luas yang mampu mengakomodasi kepentingan mereka. Di samping tentu saja, mereka mempunyai asosiasi-asosiasi dan organisasi yang dikelola dengan baik. Organisasi-organisasi yang bukan saja mampu menegosiasikan kepentingan dan melobi para pengambil kebijakan, tapi mampu menjadi media untuk &#8216;mentransfer&#8217; para pengusaha menjadi aktor kunci pengambilan kebijakan publik. Dengan demikian, sangat tidak mengherankan jika kebijakan publik yang dilahirkan akan pro terhadap mereka.</font></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Pemerintah dari sekarang harus berbenah diri dalam mengambil sebuah kebijakan. Jangan sampai rakyat yang menjadi korban dari kebiadaban para elit pengambil kebijakan. Sebab, jangan sampai kebijakan yang diambil hanya mempertimbangkan kepentingan kelompok dan golangan saja. Sudah seharusnya pemerintah merealisasikan janji-janjinya ketika berkampanye tempo dulu. Jangan sampai kepercayaan yang diberikan oleh rakyat disia-siakan begitu saja. yakni mengentaskan kemiskinan di Indonesia . Sekaligus memikirkan nasib ribuan rakyat miskin yang selama ini terlantarkan. Jangan sampai rumor yang mengatakan bahwa, yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin, tetap bercokol diatas Ibu Pertiwi ini. Semoga. [].</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/luthfi82.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/luthfi82.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfi82.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfi82.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfi82.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfi82.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfi82.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfi82.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfi82.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfi82.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfi82.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfi82.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfi82.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfi82.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfi82.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfi82.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfi82.wordpress.com&amp;blog=2107309&amp;post=4&amp;subd=luthfi82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfi82.wordpress.com/2007/11/12/impor-beras-untuk-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11cd72406f5dbd494f22a97fc2afb035?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi82</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
